Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Desember 2009

Satu Lagi Surga Kuliner Nusantara


Hmmm... Pempek Palembang! Kalau di Jakarta saja rasanya sudah luar biasa, bagaimana di kota asalnya? Belum lagi kaki menginjak Bumi Sriwijaya, terbayang sudah kenikmatan penganan yang satu ini. Ternyata, yang ditemui lebih dari sekedar lezat dan gurihnya Pempek, melainkan segudang hidangan lain yang tak kalah nikmat! Satu lagi surga kuliner Nusantara yang patut mendapat acungan jempol. Kepala ini sudah dipenuhi belasan rencana. Namun tema besarnya tetap lama, yakni makan! Kunjungan ke Palembang, Ibukota Sumatera Selatan ini memang tak mungkin dilewati tanpa jajan dan jajan di setiap sudutnya. Mari, longgarkan sedikit ikat pinggang dan jelajahi kota tertua di Indonesia ini dengan lidah berdecap-decap.

Beragam Jenis Pempek
Sudah pasti, penganan khas Palembang bernama pempek atau juga disebut empek-empek ini harus masuk jajaran nomor satu, berhubung dialah yang paling sukses mempopulerkan diri di segenap kota-kota besar lainnya di Nusantara, tak ketinggalan di Jakarta. Penjualnya dari abang-abang dengan gerobak di pinggir jalan, hingga resto-resto besar, bahkan juga restoran di hotel-hotel ternama. Penggemamya dari anak-anak kecil tingkat sekolah dasar yang sering terlihat berebut membeli jajanan ini di kantin sekolahnya, hingga para eksekutif dan pejabat-pejabat tinggi. Intinya, pempek sudah merasuk nyaman di lidah hampir setiap orang.

Namun jarang ada yang tahu, betapa lezatnya penganan ini di kota asalnya, dengan jenis yang lebih beragam, saus cuka yang lebih asam dan kandungan ikan belida atau tenggiri yang lebih terasa. Saat mampir di salah satu penjualnya yang tersebar di mana-mana di Palembang, bahkan juga hingga pelosok-pelosok Propinsi Sumatera Selatan, yang pertama dicari tentunya jenis yang paling kondang, yakni lenjer, lenggang dan kapal selam. Tapi, surprise... surprise... daftar menunya ternyata jauh lebih panjang dari sekedar tiga jenis itu.

Ada pempek pastel yang bentuknya seperti kue pastel dan berisi tumisan papaya muda, ebi yang telah dimasak dengan santan, beserta bumbu-bumbu bawang merah, bawang putih, lada dan garam. Anda bisa menyantapnya seperti sebagian besar warga Palembang, yakni cukup dengan direbus saja, atau bisa juga digoreng seperti yang kerap dilakukan di Jakarta untuk jenis pempek lenjer, lenggang dan kapal selam. Rasanya gurih dan enak sekali!

Ada pula pempek kerupuk yang dibuat dengan adonan yang lebih lembut dan lebih banyak kandungan ikannya, sehingga bisa dibentuk seperti kerupuk keriting. Jenis yang satu ini sudah mulai terlihat di Jakarta, terutama di kedai-kedai yang memang menjual masakan khas Palembang, namun kepopulerannya masih belum mampu mengalahkan lenjer, lenggang dan kapal selam. Cicipi pula pempek adaan yang berbentuk bulat dan biasanya selalu dijual dalam keadaan sudah digoreng. Selain berisi tepung sagu dan ikan, adonan pempek adaan juga dibubuhi telur dan irisan bawang merah.

Sesuai namanya, pempek kulit terbuat dari kulit ikan, yakni sisa-sisa ikan yang dagingnya telah dibuat pempek jenis lainnya. Sebelum dicampurkan ke dalam adonan, kulit ikan ini dihancurkan. Kemudian, adonannya ditambahkan telur agar lebih lembut. Sedangkan pempek Tunu yang berbentuk bulat pipih biasanya disajikan dengan cara dipanggang di atas bara api, kemudian dibelah dua, namun tidak sampai terputus. Belahan itu lalu diisi ebi, kecap dan sambal cabe rawit, dan dimakan tanpa saus cuka. Ada juga pempek tahu yang tentunya berisi tahu. Namun jenis ini kurang populer, karena mirip penganan lain yang bernama model. Warga Palembang biasanya lebih menyukai model ketimbang pempek tahu. Satu hal lagi, jangan pernah lupa menyantap pempek jenis apapun dengan kerupuk khasnya yang berwarna putih, berbentuk bulat tebal dan keras, namun membuat pempek jadi dua kali lipat lebih lezat!

Penganan Lain Dari Adonan Pempek
Berbagai penganan lain yang juga asli Sumatera Selatan ternyata menggunakan bahan dasar yang sama, yakni adonan pempek. Sebut saja model, tekwan, celimpungan dan laksan, semuanya berbahan dasar seperti pempek. Terbuat dari adonan sagu dan ikan, perbedaannya terletak pada bentuk, isi ataupun kuahnya.

Model, biasanya diisi tahu dan digoreng renyah sebelum disajikan dalam kuah yang terbuat dari kaldu udang. Tambah lezat lagi jika Anda menyantapnya dengan bihun, taburan ebi dan potongan timun. Sedangkan tekwan berukuran kecil-kecil dan juga disajikan dengan siraman kuah yang khas. Lain lagi dengan laksan. Dihidangkan dengan kuah santan, laksan berbentuk oval dan cita rasanya sangat mirip pempek.

Celimpungan, mirip pempek tunu, berbentuk bulat pipih dengan diameter sekitar 10 cm. Penganan yang satu ini biasa dihidangkan untuk sarapan, dimakan dengan kuah santan yang sudah dibubuhi beragam bumbu gurih dan sambal goreng. Jika Anda ingin membelinya, waktu yang paling tepat tentunya di pagi hari. Datang saja ke Rumah Makan Harum Sari, Jl. Kol. Atmo No. 9, di depan Pasar Cindai. Jangan sampai datang kesiangan, karena jajanan ini sudah habis dan ludes terjual sekitar jam 8 pagi!

Burgo
Hanya burgo yang tak menggunakan adonan pempek, melainkan berbentuk irisan kulit dadar yang terbuat dari tepung beras dan dimakan dengan kuah laksan atau celimpungan. Menu ini sering disantap sebagai menu berbuka di Bulan Ramadhan. Jadi paling tepat berkunjung ke Palembang di bulan puasa. Saat bedug Maghrib berkumandang, halaman Mesjid Agung Palembang pun dipenuhi umat Muslim yang hendak berbuka dengan burgo, maupun dengan menu-menu berkuah lainnya, seperti pempek, model, tekwan, celimpungan dan laksan. Buka puasa dengan kuah cuka? Agaknya perut warga Palembang sudah terbiasa...

Pepes Tempoyak Patin
Sebenarnya, pepes tempoyak tak melulu berisi ikan patin. Ikan lainnya pun bisa digunakan, karena yang terpenting bukan jenis ikannya, melainkan kelezatan tempoyak itu sendiri. Apa sih tempoyak itu?

Jangan terkejut. Di seluruh dataran Sumatera, buah-buahan sudah lazim menjadi lauk dan peneman makanan utama, terutama buah durian. Iya! Durian! Contohnya saja di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, warganya kerap menyantap durian dengan ketan, atau bahkan nasi dan sambal. Agaknya tradisi yang kerap membuat masyarakat yang berasal dari pulau-pulau lainnya mengernyitkan dahi ini merupakan bukti konkrit atas relasi dan ikatan persaudaraan warga Sumatera dengan rumpun Melayu, karena penduduk di Negara Malaysia pun ternyata menganut tradisi ini.

Nah, di Sumatera Selatan, 'daging' buah durian yang telah dibubuhi garam, diungkep beberapa hari di suhu ruangan, alias tidak boleh dimasukkan ke dalam lemari es atau alat pendingin apapun, sehingga durian tersebut mengalami proses fermentasi alami. Proses ini menjadikan daging durian itu memperoleh rasa khas asam-manis. Inilah yang dinamakan tempoyak.

Selanjutnya, tempoyak biasanya dijadikan pepes. Tempoyak tersebut dioleskan secara merata pada selembar daun pisang, lalu diisi daging ikan. Jenis ikannya bisa apa saja, sesuai selera. Namun karena ikan patin merupakan ikan yang paling enak dan juga mudah didapatkan di perairan Sumatera Selatan, maka ikan inilah yang sering digunakan untuk membuat pepes tempoyak.

Sebelum dibuat pepes, ikan patin sudah dibumbui dengan kunyit, bawang mesh, bawang putih, cabai dan daun kemangi. Barulah setelah itu dibungkus dengan daun pisang yang sudah dilapisi tempoyak, lalu dipepes. Rasanya ternyata lezat sekali, dimakan hangat-hangat dengan sepiring nasi. Jika orang Eropa punya aged cheese, Palembang punya tempoyak!

Cukup banyak juga restoran di Palembang yang menjual pepes tempoyak dengan beragam isinya. Tapi yang direkomendasikan adalah Rumah Makan Pindang Meranjat di Jl. Demang Lebar Daun No. 14. Selain pepes tempoyak, resto ini juga menjual aneka jenis pindang.

Aneka Pindang dari Meranjat
Pindang menggunakan daging ikan sebagai bahan utamanya. Masakan yang mengandung banyak kuah ini berasal dari daerah Meranjat, yaitu nama sebuah kecamatan di Palembang yang terkenal dengan racikan ikannya. Itu sebabnya Anda dapat dengan mudah menemui berbagai rumah makan di Palembang yang menamakan dirinya Rumah Makan Pindang Meranjat.

Ikan yang digunakan untuk membuat pindang biasanya ikan belida atau bisa juga bandeng. Namun selain ikan, ada pula restoran yang kini berkreasi dan menyajikan pindang tulang iga kambing. Sementara, yang tradisional adalah pindang Wan atau sup pindang yang disajikan dengan kuah asam dan segar, mirip masakan Thailand, Tom Yam. Dimakan dengan nasi dan sambal pedas, dijamin Anda akan ketagihan dan ingin tambah terus!


Everything for Everyone
Apakah sekarang perut Anda sudah mulai keroncongan membaca artikel ini? Semua ini belum apa-apa. Masih ada mie celor, yakni mie yang disajikan dengan kuah santan dan rasanya mirip kuah sate Padang. Ada pula ikan seluang, yaitu ikan kecil mirip ikan teri namun ternyata merupakan ikan air tawar. Sajian ikan ini dimakan dengan sambal nanas yang segar. Bagi pencinta nasi lemak khas Malaysia, tak perlu jauh-jauh melanglang ke sana. Di Palembang, Anda dapat menemukan nasi minyak yang sangat mirip nasi lemak.

Hidangan India pun diadopsi oleh warga Palembang. Misalnya raja martabak Har yang cukup tersohor di kota ini. Berbentuk dan bercita rasa seperti martabak Pakistan, martabak ini disantap dengan siraman kuah kari yang pedas. For dessert, cicipi es Mamat yang terbuat dari kacang merah. Dan, jika semua daftar jajanan ini tak juga cocok dengan selera Anda, bertandanglah ke A. Kol. Atmo No. 481, atau tepatnya di depan Hotel King. Di sini, Anda bisa menyantap mie ayam yang sangat lezat. Yang jelas, Palembang memiliki segalanya untuk semua usia dan selera. Benar-benar surga!!
by: nia

Selasa, 27 Oktober 2009

Kuliner @ Bandung

1. Cireng Bandung Isi

Cireng Isi Bandung merupakan salah satu kuliner andalan. Cireng yang disajikan bukan sekedar cireng biasa, namun terdapat berbagai macam pilihan isi dari kacang pedas, kornet pedas, ayam pedas, sosis pedas, keju, bakso pedas dan kacang tidak pedas. Tiap rasa memiliki bentuk yang berbeda dan unik, ada bentuk hati, bulat ,segitiga dsb. Penciptaan ide cireng ini cukup kreatif, sehingga menjadikannya lain dari cireng pada umumnya.
Usaha ini merupakan franchise. Di tiga tempat yang berbeda, para pedagang membawa spanduk hijau ini beserta menu pilihan yang sama. Tiga tempat yang saya tahu adalah di dipati ukur depan Unpad, di jalan pahlawan dan jalan bungur. Harganya kini berkisar mulai dari 1200 rupiah.


2. Kripik Setan

Sebenernya ini adalah kripik singkong biasa, yang membedakan itu adalah PEDES-nyaaa.... karena saking pedesnya bisa ampe bikin mules-mules. Rasa pedes dari keripik ini berasal dari bubuk cabe merah, bukan dari minyak cabe seperti keripik balado. tapi justru itu yang bikin ga pengen berenti. Sekali nguyah jadi pengen terus, padahal pedesnya udah ga tahan tapi tetep aja dicemil lagi, dicemil lagi. Jadi tolong dicatet, jangan pernah menjadikan kripik ini sebagai sarapan pagi, karena yang ada kejadiannya bisa ke toilet seharian :p.

Salah satu kios penjual kripik setan ini di sekitar Gramedia Jalan Merdeka. Nah kalo masuk dari depan di sebelah kiri toko buku Gramedia itu ada kios-kios kecil yang menjual makanan, dari kentang goreng sampai Cone-nya McD. Kios yang menjual kripik setan ini yang paling ujung dah. Kios ini emang menjual makanan dan minuman ringan. Kripik ini cuman dijual dalam 1 ukuran dengan harga 3,000 rupiah per bungkus. Murah kan? Buat orang yang suka ngemil dan pedes, kripik ini HARUS DICOBA!!!!

3. Cilok
Tidak lain merupakan jajanan khas Bandung yang berupa buletan seperti bakso, namun terbuat dari aci. Cilok = aci dicolok. Aci (tepung tapioka) dibuat untuk berbagai jenis cemilan/jajanan di bandung. dari cimol (aci di emol), cilok dan cireng semuanya terbuat dari aci. yang berbeda hanyalah proses memasaknya dan bumbunya.
Cilok emang dijual dimana-mana, tapi rasanya beda dan harganya juga beda. Ada yang aci polos doang tanpa ada rasa gurih, ada yang diisi telor, ada yang kecil tapi juga ada yang gedean. Harganya pun bervariasi, dari 100 rupiah per biji, ampe 1000an. Tergantung isi dan tempat belinya, kalo beli di deket outlet (mis. rumah mode), cilok yang biasanya cuman 100 rupiah bisa jadi 200, bahkan 500 rupiah.
Cilok biasanya dijual dengan berbagai jenis saos juga. ada yang pake saos tomat doang, ada yang pake saos tomat plus kecap,dan ada yang pake saos kacang pake sambel- ini yang paling enak!!!!!! Saos kacangnya gurih, agak lebih cair dari bumbu siomay, trus kalo mo pedes, bisa minta tambahin sambel pedas. Salah satu tempat cilok yang menjual cilok paling enak : di depan Paris Van Java (PVJ) pas kita keluar parkiran itu kan banyak pedagang kaki lima, nah ini pas keluar dari bayar parkir, terletak di sebelah kiri bahu jalan. disitu rasanya siy cuman ada 1 tukang cilok, dan itu cilok pertama yang saya akui emang enak, dan ini suka buka ampe malem. Selain itu juga ada di depan Yogya Dept Store di Terusan Pasteur, pas di depannya ada tukang cilok yang selalu nongkrong di depan situ, biasanya siy suka rame, dan kudu sabar menanti juga.


4. Bandros Bertabur Cokelat Keju
Ingin mencoba Bandros bertabur Cokelat Keju? dari mulai pukul? 11.00-19 anda bisa datang ke Tempat Makan Bandung depan Yoghurt Cisangkuy. Untuk bandros non original ini berbahan terigu, telur, dan mentega. Dan dipadukan dengan taburan coklat atau coklat keju susu, keju susu atau sesuai dengan selera. Satu porsi bandros sisir original Rp 3.500. Sedangkan jika ditambahkan keju dan susu harganya menjadi Rp 10 ribu.
Kalo mau tempat kuliner lain yang lebih lengkap bisa coba di bawah ini:
Dikutip dari sebuah milis.

BASO TAHU
* Borobudur, Jl. Setiabudi
* Baso Panghegar Jl. Holis
* Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu
* Baso Tahu Tegallega, deket Gg. Jaya, pas didepannya Jl. Otista 457 (hanya malam)
* Baso Tahu Wibisana, Jl. Rama
* Sasa di pengkolan Jl. Supratman
* Sari-sari di deket pengkolan Jl. Ranggamalela – Sultan Agung

BATAGOR
* Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu (katanya berdus-dus dibawa ke Surabaya)
* Jl. Purnawarman (dekat pintu keluar tempat parkir Gramedia)
* Jalan Cibadak (depan toko buku merauke)
* Jl Burangrang, di Martabak San Fransisco
* Jl. Bungsu (deket toko kue 10 Satu)
* Batagor di Simpang Dago dan Kopo
* Batagor RIRI Jl. Burangrang
* Batagor 99, Jl. Pasirkaliki bawah, sebelum stopan pajajaran

LONTONG KARI (atau Kupat Tahu)
* Deket Gubernuran, masuk gang (alamatnya yang persis, kalau ada yang tahu!!) mentok Jl. Semar (masuk lewat Paskal) – pagi
* Gang Kebon Karet (Jl. Otista seberang Danamon), di sini semacam pujasera
* Jl. Bengawan masuknya dari Jl. Cendana lebih dekat (dulu di Jl. Cihapit)

MIE KOCOK BANDUNG
* Jl. Banteng
* Jl. H. Akbar, depan Kartika Sari
* Mie kocok Jl. Sunda deket Biliard Manhattan
* Jl. Semar (masuk lewat Paskal) – pagi
* Jl. Sunda (deket Manhattan Billiard)

BUBUR AYAM
* Jl. Asia Afrika (deket PR)
* Gg. Kasmin – Jend. Sudirman
* Jl. Jend. Sudirman, lewat caringin sebelah kanan, daerah jamika (malem)
* Perempatan Pasteur-Paskal, deket rumah makan Naya
* Mang Oyo, Dekat RS. Sumber Asih, depan lapangan, di depan Jl. H. Hasan & H. Wahid (daerah Dipati Ukur)
* Jl. Pajajaran (dari arah IPTN – melewati jalan Pandu sekitar 20-40 meteran, terletak di sebelah kiri)
* Pak Hamid (sebelah wartel dekat IPTN sebelah kiri jalan) dengan cabang jl. Kebon Kawung (dekat statsiun kertea api)

ROTI BAKAR
* Jl. Gardujati (Nama tokonya ‘DUTI’)
* Jl. Kote (daerah Jl.Sudirman) harus malem
* Jl. Kasmin (daerah Sudirman)

RONDE JAHE
* Jl. Burangrang, Martabak San Fransisco
* Jl. Alketeri , Asia Afrika
* Jl. Sumatera (seberang bioskop Regent)
* Pujasera di Jl. Karapitan yang satu arah, sebelum bioskop Artha

LOTEK
* Lotek Kalipah Apo, Jl. Ciguriang – sebelah King Shopping
* Jl. Moh. Ramdan, dari arah Jl. Pungkur sebelah kiri
* Di komplek Sumber Sari, seberang BCA
* Jl Macan
* Jl.Kelenteng
* Jl. Mahmud (jam – jam Sekolah) ada nasi bakmoi dan rujak
* Jl. Haji akbar (deket Kartika Sari)
* Jl. Setiabudi (di pertokoan Borma)

PEUYEUM
* Pasar Sederhana
* Di pinggiran Jl. Cihampelas banyak yang ngejual

MASAKAN JEPANG
* Warung Jepang, deket simpangan Karang Anyar – Astana Anyar
* Hanamasa, Inazuki, Miyazaki
* Teppan Express di Jl. Pasirkaliki
* Suki Coca, Jl. Dago
* Hoka-hoka Bento (di jalan apa saja ya?)

MASAKAN MANDARIN
* Phoenix, Jend Sudirman
* Chinese Food, Jl. Sunda, persis seberang Yogya Dept. Store
* Jl. Paskal, depan Hotel Familie II (sidewalk alias pinggir jalan)
* Masakan Mandarin di Jalan Yo Soen Bie… yang enak sapi cah kailan, ayam nanking
* Rose, Jl. Ahmad Yani (rekomendasi : cah kangkung, ayam cah shantung)
* Dunia Baru, Jl. Gardujati
* A Siong, Jl. Kebon Kawung (sejajaran dengan martabak Canada)
* Pujasera Jl. Burangrang

STEAK
* Road Cafe, di Jalan Cilaki
* Chiba, Jl. Dr. Rum
* Pasadena, di daerah Sukajadi. Dari bawah (arah pasirkaliki) lurus terus sampe pom bensin, trus ada perempatan, belok kiri, langsung kiri lagi,udah nyampe.
* Milala, Jl. Lombok dekat SMAN 5
* (STEAK a la Jepang) Ichiban, Jl. Abd. Rahman Saleh
* Di sebelahnya ENHAII, d sebelah bawahnya….agak masuk tempatnya.
* Taboo, Jl. Burangrang. Kalo nggak salah di sebelahnya Wartel, & rada deket sama BankBali.
* K’One El’s – ada di belakang Unpar. Ada chicken steak, mie premix, nasi goreng, Bitter Ballen, Lumpia
* Tizis, Jl. Kidang Pananjung, Dago
* Glosis, daerah Ciumbuleuit
* Jl. Sadewa
* Bayou steak

RUJAK/ASINAN
* Jl. Tengku Angkasa, Dipati Ukur
* Jl. Kalipah Apo , tempat lotek Kalipah apo
* Jl. Kelenteng
* Jl. Macan
* Rujaknya sumber sari

KUPAT TAHU & TAHU
* Pasar Balubur, di belakang tukang buah, persis pinggir Jl. Kebon Bibit, depan apotik
* Jl. Putri (ujung)
* Tahu Yun Sen, Jl. Jendral Sudirman
* Kupat Tahu di Jl. Gempol Wetan (deket pasar, pagi)
* Kupat tahu petis di pertigaan Jl. Reog Jl. Angklung
* Kupat tahu petis di Jl. Pungkur, di sebelah Bengkel Teknik Willy’s

BAKERY
* La Belle, Jl. Dago, Kroket Keju
* Sweet Heart, Jl. Bawean dan Riau, Nougat Cake & Wafer Coklat
* Rasa, Jl. Tamblong (Ice Cake, Black Forest)
* Abadi, Jl.Purnawarman, Bagelen Basah
* French, Jl. Braga
* Victoria, Jl. Pagergunung

MARTABAK
* San Fransisco Jl. Burangrang
* Martabak Jagung Jl. Sudirman deket pasar Andir
* Martabak Capitol Jl. Sudirman deket Capitol Plaza
* Martabak Canada Jl. Kebon Kawung
* MARTABAK HOLLAND Jl. Cibadak
* Gg. Kasmin – Jend. Sudirman
* Martabak Rumah Makan Asia di Jl. Cipaganti setelah perapatan Eyckman

SEAFOOD
* Inti Laut (Restoran) Jl. Pasirkaliki
* Pancoran (Restoran) Jl. Terusan Pasteur
* Nelayan (Restoran) Jl. Terusan Pasteur

Yoghurt
* Jl. Cisangkuy (rekomendasi: fresh strawberry juice)
* Colombia, Jl. Dago (depan Borromeus)

Es Krim
* Braga Permai, jalan Braga. Strawberry specialnya
* “Rasa”, jalan Tamblong. Peach Melba, Sherry Temple

Susu Murni
* di Sumur Lembang (Susu Murni Lembang)
Kue Sus
* Kue sus Merdeka.

Pisang Molen
* Kartika sari, dekat Station Kereta api

creadit by : jajananbandung.blogspot.com

(Nia kurniati-150310080007)